Berita

Terminal Khusus Haji di Soetta, Sudjatmiko: Kami Usul Diterapkan di Seluruh Embarkasi

Inibekasi.com — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Sudjatmiko, menyampaikan apresiasinya atas peresmian Terminal Haji dan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Terminal tersebut berada di area Terminal 2F dan didesain khusus untuk mempermudah proses keberangkatan serta kepulangan jemaah haji dan umrah.

Sebagai salah satu penginisiasi terminal haji tersebut, Sudjatmiko berharap fasilitas serupa dapat dibangun di seluruh embarkasi haji di Indonesia, termasuk Surabaya, Medan, Palembang, Makassar, dan Solo.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran Terminal Haji ini. Saya berharap konsep ini bisa diterapkan di seluruh embarkasi haji nasional. Ini bukan hanya inovatif, tapi juga sangat manusiawi,” kata Sudjatmiko dalam keterangannya pada Rabu (28/5/2025).

Sudjatmiko juga menyoroti penggunaan jalur imigrasi khusus Arab Saudi di Indonesia, yang telah beroperasi di Terminal Haji Soetta.

Menurutnya, kecepatan proses menjadi salah satu keunggulan utama yang dirasakan langsung oleh jemaah.

“Alhamdulillah, saat ini imigrasi Arab Saudi sudah membuka gate khusus di bandara. Ada 10 loket, dan proses untuk setiap jamaah hanya memakan waktu sekitar 20 detik,” jelasnya.

Dengan pembagian area terminal ke dalam tiga zona, Sudjatmiko menilai kenyamanan dan efisiensi waktu sangat optimal.

Menurutnya, durasi dua jam dari asrama haji hingga pemeriksaan imigrasi sudah cukup ideal bagi keberangkatan jamaah.

Sudjatmiko juga menegaskan dirinya akan terus mendorong Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura sebagai penanggung jawab proyek agar terus meningkatkan pelayanan.

Ia menyebut pengusulan terminal ini telah ia sampaikan sejak Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada November tahun lalu bersama Menteri Perhubungan.

“Alhamdulillah, terminal ini akhirnya terwujud. Tapi tanggung jawab kita tidak hanya membangun, melainkan juga merawat dan mengelola dengan standar tinggi. Ini fasilitas kelas VIP untuk jamaah haji dan umrah,” tegasnya.

Ia juga memberikan perhatian khusus kepada jamaah lanjut usia (lansia), yang mendominasi peserta haji Indonesia. Sudjatmiko mengusulkan adanya penambahan papan petunjuk dengan desain ramah lansia, untuk memudahkan mobilitas dan orientasi para jamaah.

“Sering kali jamaah lansia lupa arah kembali ke rombongan setelah ke toilet. Petugas harus sigap membantu dan papan petunjuk harus mudah dibaca,” ucapnya.

Ia menyampaikan harapannya agar terminal khusus haji seperti di Soekarno-Hatta juga bisa diimplementasikan pada bandara lainnya yang menjadi embarkasi haji nasional.

“Saya berharap pembangunan terminal haji ini tidak hanya berhenti di Soetta. Bandara lain seperti di Makassar, Solo, dan Medan harus mulai berbenah,” tutupnya. (ih)

Exit mobile version