Example floating
Example floating
Berita

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Jaringan Narkotika di Tiga Lokasi, 14.473 Butir Ekstasi Diamankan

Logo Ini Bekasi (1)
×

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Jaringan Narkotika di Tiga Lokasi, 14.473 Butir Ekstasi Diamankan

Sebarkan artikel ini

INIBEKASI – Polres Metro Bekasi Kota bberhasil membongkar jaringan peredaran narkotika lintas wilayah dengan mengamankan tersangka berinisial LS (37) dan menyita berbagai jenis narkotika dari tiga lokasi berbeda di Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

Seperti dijelaskan oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, kasus ini dimulai pada 27 Mei sekitar pukul 02.00 WIB, saat petugas membuntuti tersangka LS dan melakukan penangkapan di Apartemen Cibubur Village, Jakarta Timur.

“Setelah penangkapan awal, petugas melakukan pengembangan ke dua lokasi lainnya, yakni di Desa Bojonggede, Kabupaten Bogor, dan Pancoran Mas, Kota Depok,” ucapnya dalam press conference di Mapolres Bekasi Kota, Rabu (4/5/2025).

Dari penggeledahan di ketiga lokasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa:

“193 gram sabu, 43 gram tembakau sintetis, 344 gram serbuk putih dan 14.473 butir ekstasi dalam bentuk kapsul (setara 6.331 gram), 24,59 gram ekstasi dalam bentuk serbuk,” sambung Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro.

Tersangka LS mengubah bentuk ekstasi dari tablet menjadi kapsul untuk mengelabui aparat penegak hukum dan memperkecil kemungkinan terdeteksi saat distribusi.

“Dengan modus seperti ini, pelaku mencoba menghindari pengawasan dan mempermudah distribusi ke berbagai wilayah, termasuk wilayah Jakarta dan aglomerasinya,” ujarnya.

Diperkirakan, nilai total narkotika yang diamankan mencapai sekitar Rp10 miliar, dengan harga ekstasi sekitar Rp300.000 per butir.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 112 dan 114 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk menelusuri jaringan yang lebih luas serta kemungkinan distribusi narkotika ke masyarakat di wilayah aglomerasi Jakarta dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *