Example floating
Example floating
Pemerintah

Mentan: Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Jadi Rujukan Internasional

Logo Ini Bekasi (1)
×

Mentan: Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Jadi Rujukan Internasional

Sebarkan artikel ini

Inibekasi.com – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi krisis pangan global yang serius. Namun, di tengah tantangan ini, Indonesia justru menjadi sorotan internasional atas keberhasilannya menjaga stabilitas pangan, terutama selama fenomena El Nino.

“Dunia sedang mengalami krisis pangan. Pagi tadi Wakil Menteri Iran datang. Dua hari lalu, Menteri Pertanian Jepang mengundurkan diri karena harga beras di negaranya hampir Rp100.000 per kilogram. Malaysia juga menyampaikan hal serupa,” ujar Amran kepada media, Kamis (22/5/2025). “Ini menunjukkan bahwa tiga tahun ke depan akan semakin sulit bagi mereka.”

Ia mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah dan akan datang ke Indonesia untuk mempelajari strategi pertanian nasional. Selain Iran, Jepang, Argentina, Rusia, dan Yordania dijadwalkan melakukan kunjungan dalam waktu dekat.

“Mereka bertanya, apa yang dilakukan Indonesia hingga mampu bertahan? Saya jawab, ini semua karena kepemimpinan Presiden yang kuat, didukung penuh oleh semua pihak, termasuk Jaksa Agung yang tegas dan berintegritas,” tegas Amran.

Amran menyebut keberhasilan Indonesia tidak lepas dari reformasi besar-besaran dalam sistem birokrasi pertanian. Salah satu capaian utamanya adalah pemangkasan jalur distribusi pupuk yang sebelumnya berbelit.

“Dulu pupuk harus melalui 12 meja menteri, 38 meja gubernur, dan 500 meja bupati. Sekarang, langsung ke tangan petani. Begitu juga dengan penyuluh pertanian, semuanya disederhanakan, irigasi diperbaiki,” jelasnya.

Langkah reformasi tersebut telah membuahkan hasil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), untuk pertama kalinya sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang terbesar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Dari 10 besar penyumbang PBB, 60–70% berasal dari sektor pertanian. Ini data resmi BPS, bukan opini. Artinya, upaya kita nyata dan produktif,” ungkap Amran.

Ia juga mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung dalam memanfaatkan lahan rampasan negara untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Pemanfaatan tanah sitaan bukan hanya soal pangan, tetapi juga menjaga aset negara agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Ini langkah luar biasa dan patut jadi contoh,” pungkasnya.

Dengan kebijakan yang tepat, reformasi birokrasi, dan kolaborasi antar-lembaga, Indonesia berhasil menunjukkan ketangguhan dalam menghadapi krisis pangan global dan kini menjadi rujukan bagi negara-negara lain di dunia. (IH)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *