Inibekasi.com – Anggota DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu langkah yang diusulkannya ialah menyediakan pelatihan usaha berbasis digital agar masyarakat, khususnya di wilayah Rawa Jaya, dapat memperluas pemasaran produk dan meningkatkan kemampuan usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.
Menurut Alit, pembangunan infrastruktur lingkungan perlu diikuti program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat dari perbaikan jalan dan saluran air, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Ia menilai pelatihan keterampilan usaha menjadi salah satu upaya yang perlu diprioritaskan pemerintah daerah.
“Berdaya secara ekonomi. Karenanya, enggak menutup kemungkinan nanti juga kita akan dorong minimal adanya pelatihan-pelatihan usaha kecil, terutama berbasis digital karena eranya hari ini kan sudah ekonomi digital,” ujar Alit.
Alit menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka peluang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan usaha meskipun tidak memiliki toko atau warung fisik. Melalui pemasaran daring, pelaku UMKM dapat menawarkan produk kepada konsumen yang lebih luas dan menyesuaikan cara berjualan dengan perubahan perilaku pasar.
“Artinya, warungnya enggak ada, cuma gimana caranya masyarakat masih bisa berjualan, berusaha. Walaupun perwujudannya UMKM, tapi sudah naik kelas melalui itu tadi, online, digital ekonomi,” katanya.
Alit Usulkan Pelatihan UMKM Gratis pada 2027
Untuk mendorong realisasi program tersebut, Alit mengaku telah beberapa kali memanggil Dinas UMKM guna membahas pemberdayaan pelaku usaha. Ia berharap pelatihan keterampilan usaha dapat masuk dalam program pemerintah pada 2027, dengan pendekatan yang lebih aktif menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Alit, pemerintah tidak cukup hanya menunggu masyarakat mengajukan permohonan pelatihan. Perangkat daerah terkait perlu mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha, menentukan materi yang sesuai, dan membuka akses pelatihan agar dapat dijangkau oleh masyarakat dari berbagai kelompok.
“Ah, saya sudah beberapa kali apa namanya panggil Dinas UMKM, dan mudah-mudahan nanti di 2027 masuk, minimal sekurang-kurangnya pemerintah itu melalui Dinas UMKM itu jemput bola, melaksanakan pelatihan,” tutur Alit.
Ia menilai pelatihan pemasaran digital atau digital marketing menjadi salah satu materi yang relevan untuk memperkuat kemampuan pelaku UMKM. Keterampilan tersebut dapat membantu peserta memahami cara memasarkan produk secara daring, membangun jangkauan konsumen, dan memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usaha.
“Pelatihan apa? Sekarang kan lagi tren itu ya, digital marketing, betul enggak?” ujarnya.
Perluas Akses Pelatihan bagi Pelaku Usaha Kecil
Alit menyoroti biaya pelatihan digital marketing yang menurut pengalamannya dapat menjadi kendala bagi sebagian masyarakat. Karena itu, ia mendorong pemerintah menyediakan pelatihan gratis agar kesempatan meningkatkan keterampilan tidak hanya terbuka bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial untuk mengikuti kursus berbayar.
Ia menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh keterampilan praktis untuk mengembangkan usaha, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan pemasaran digital tetapi memiliki keterbatasan biaya pelatihan.
“Minimal yang katanya, kalau kata anak muda di sini, ‘Wah, ikut pelatihan digital marketing ke swasta itu biayanya lumayan, bayar,’ itu enggak kurang dari Rp5 jutaan,” kata Alit.
Atas dasar itu, Alit berharap pemerintah daerah dapat mengkaji penyelenggaraan pelatihan digital marketing tanpa biaya bagi masyarakat. Bentuk pelatihan, jumlah peserta, anggaran, dan jadwal pelaksanaan perlu dibahas lebih lanjut bersama dinas terkait agar program dapat dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
“Nah, gimana nanti pemerintah menyiapkan itu, menyediakan itu pelatihan digital marketing gratis untuk masyarakat Kota Bekasi, khususnya yang hari ini di Rawa Jaya?” ucapnya.
Pemuda dan Ibu Rumah Tangga Jadi Sasaran Pemberdayaan
Alit berharap program pelatihan tersebut dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk pemuda dan ibu rumah tangga yang ingin mengembangkan usaha atau membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Menurutnya, keterampilan pemasaran digital dapat menjadi bekal untuk memulai usaha maupun memperluas pasar produk yang telah dijalankan.
Ia menilai pemberdayaan ekonomi perlu dirancang agar masyarakat memiliki pilihan kegiatan produktif sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing. Dengan akses pelatihan yang memadai, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan usaha secara bertahap dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
“Untuk kalangan pemuda, untuk kalangan ibu-ibu yang punya waktu cukup banyak di rumah, gimana caranya bisa ikut menopang ekonomi keluarga, gitu loh,” tutur Alit.
Ia juga menginginkan pemberdayaan ekonomi berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur lingkungan. Menurutnya, perbaikan jalan dan saluran air perlu disertai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan melalui peluang usaha dan penguatan ekonomi keluarga.
“Artinya, ya konsekuensinya begitu: jalan sudah bagus, saluran sudah tertata, tinggal kemudian pemberdayaan ekonominya,” katanya.
Realisasi Program Menunggu Pembahasan Pemerintah Daerah
Dorongan Alit Jamaludin tersebut menempatkan pelatihan UMKM berbasis digital sebagai salah satu usulan penguatan ekonomi masyarakat Kota Bekasi. Agar dapat direalisasikan, pemerintah daerah perlu menindaklanjuti usulan itu melalui pembahasan program, pemetaan calon peserta, penyusunan materi pelatihan, serta penentuan kebutuhan anggaran.
Dinas yang membidangi UMKM juga perlu memastikan materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, mulai dari pengenalan pemasaran digital hingga praktik promosi produk secara daring. Pendampingan setelah pelatihan dapat dipertimbangkan agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan usaha.
Hingga keterangan yang disampaikan Alit tersebut, pelatihan digital marketing gratis pada 2027 masih berupa harapan dan usulan yang perlu dibahas lebih lanjut. Kepastian pelaksanaan, alokasi anggaran, sasaran peserta, dan jadwal program perlu dikonfirmasi kepada Pemerintah Kota Bekasi serta dinas terkait.
Melalui usulan tersebut, Alit mendorong agar pemberdayaan ekonomi menjadi bagian dari pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kemampuan masyarakat. Penguatan keterampilan usaha dan pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan menopang perekonomian keluarga.
